Mengapa menunggu senja?
Ya Allah...
My Link!


Home La Tahzan Reply

RISALAH KHUSUS
---
Wahai saudaraku seagama... Wahai orang yang mau memperhatikan firman 4jjI SWT
"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." (At-Tahrim;6)

Wahai orang yang meletakkan sesuatu dirumahnya, sedangkan ia mengetahui akibat buruknya di kemudian hari, ia hanya diam dengan suatu perkara yang sebenarnya ia mengetahui akibatnya. Inilah peringatan dari orang yang mencintaimu, rindu kepadamu, bacalah dengan pandangan adil, jauh dari hawa nafsu, pikirkanlah, apakah engkau pelakunya?
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat 4jjI dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)." (Al-Hadid;16)

Wahai saudaraku... Saya sampaikan ucapan yang keluar dari lubuk hati, semoga ucapan ini bisa sampai kepada hatimu. Saya tulis dengan sepenuh jiwa, semoga bisa berbaur dengan jiwamu. Saya ungkapkan dengan penuh rasa sayang dan kesucian jiwa, semoga engkaupun menerimanya dengan hati yang bersih.

Wahai saudaraku... Saya tidak mengetahui siapa dirimu, dan kamu pun tidak mengetahui dengan pasti siapa diriku. Akan tetapi yang menjadikan saya menulis ini kepadamu, adanya kenyataan bahwa tingkah lakumu meletakkan sesuatu di atas kedudukanmu, menanduk mega, memeluk langit, membuka hati dan kedua tangannya bagi setiap yang datang. Sungguh ia telah menegakkan badannya dengan penuh kebanggaan dan mengangkat kepalanya penuh kesombongan tipu daya.

Kemudian kau duduk di rumahmu seperti kondisi berdirimu di luar rumah. Lantas engkau bersandar di tempat empuk, bermalas-malasan di atas sutera yang tebal dan lembut, kau minta minuman dingin dan berbagai macam makanan, serta kau tutup pintu dan jendela rumahmu. Kemudian kau ambil remot TV-mu dan pindah-pindah sesuka hatimu, sedangkan nafasmu berbisik, "Adakah orang yang sepertimu?" Kendalikan hatimu sesukamu ke berbagai kesenangan dunia yang ada di hadapanmu, jelajahi sekehendakmu.
Mulailah engkau memindah-mindah remot TV-mu (dari acara yang satu ke acara yang lainnya). Wajahmu menyunggingkan senyum, pandanganmu mencermati adegan-adegan porno, berpindah-pindah dari film ke pertunjukan, dari tarian ke nyanyian, dari dosa ke maksiat dan dari dosa kecil ke dosa besar. Engkau tonton layar TV itu, yang meninggalkan titik hitam di hatimu, titik-titik hitam itu akan menguasai hati bersihmu, hingga tertutup oleh warna hitam.
Maka matilah hatimu, tinggal ragamu yang akan menjadikanmu benci kebaikan, mendekat kepada kejahatan, menghindar dari segala kebajikan, mengikuti berbagai kemungkaran, hingga tampak wajahmu tanda-tanda kelesuan, pucat dan kesedihan yang mendalam.

Meski dengan fasilitas kenikmatan yang engkau miliki, kesenangan yang ada padamu, kehidupanmu yang sedemikian ini akan sempit, malammu terasa hitam, hanya kesedihan yang datang padamu, kegoncangan dan kebingungan, kesia-siaan dan kekhawatiran, kerana Tuhanmu telah berfirman;
"Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (Thaha;124)
---
read more..


Saudaramu yang mencintaimu,
Ibrahim Al-Ghamidi


Home La Tahzan Reply

.



© Solution.Wen.Su
Powered By
Smangat4U
[ Berbagai Sumber ]



Создай сайт! Create site!